Home sweet home

Pernahkah kalian mendengar "home sweet home" atau "hujan batu di negeri sendiri lebih baik dari pada hujan emas di negeri orang", pasti pernah lah…… Arti dari kedua kalimat itu hampir mirip2 sie. "merasa nyaman di tempat asal". Apapun yang terjadi dengan rumah kita, kita akan selalu merasa nyaman dan rindu, tidak peduli sebesar apa rumah kita, tidak peduli berapa banyak AC yang kita miliki, tidak peduli sedalam apa kolam renang di belakang rumah, tidak peduli seluas apa garasi kita, tidak peduli seluas apa taman bunga kita, tidak peduli berapa banyak TV RADIO KOMPUTER DVD yang ada di rumah kita, kita pasti akan selalu kangen dan rindu untuk kembali kerumah.

Perubahan pasti terjadi, pernahkah kalian liat iklan kompas ?, dimana ada penggalan kalimat dari tokoh2 di indonesia, diiklan itu di katakan "Perubahan pasti terjadi, hanya cecunguk yang tidak mau berubah". Penulis setuju dengan kalimat tersebut dan penulis lebih setuju lagi apabila setiap perubahan mengarah ke sesuatu yang lebih baik, tapi bagaimana bila yang berubah itu Rumah atau tempat tinggal yang sangat kita cintai, seperti gambar di bawah ini.

1_1

Yup… itu rumah yang penulis tempati, suasana yang kacau, berantakan dan tidak beratap. Banyak ancaman yang penulis hadapi seperti.

  1. Hujan, mengakibatkan banjir di dalam rumah
  2. Dingin, mengakibatkan penyakit yang umum di alami rakyat Indonesia "enter the wind" atau lazim di sebut masuk angin
  3. Nyamuk, bikin gk bisa tidur dan badan bentol2 dan amit amit demam berdarah
  4. Suasana Berantakan, bisa stres.. tiap hari liat barang berantakan.. otak dan pikiran kita bisa ikut berantakan
  5. Perkakas yang berserakan, paku martil sesepan merupakan ancaman fisik
  6. Debu, dimana2 debu disapu sebentar debu pasti balik lagi… cape kan bersih2 terus dan gk baik buat pernafasan

Sengsara membawa nikmat, penulis percaya perubahan dengan cepat dapat menimbulkan kesulitan dan kesusahan, tapi untuk menuju kearah yang lebih baik kesengsaraan pasti terbayarkan. Bagaimana kita mensiasati kesengsaraan yang ada ? Penulis menggunakan ide "Emas di ujung pelangi", penulis melihat jauh kedepan dan menjalani kesulitan dengan tabah dan senyum [walaupun  penulis tau kalo senyum penulis apek ^^], juga yakin bahwa suatu saat "Emas di ujung pelangi" akan penulis jumpai.   

3 Responses to “Home sweet home”

  1. Arifullah Says:

    lagi di renovasi ya put?

  2. Puput Says:

    iya nie Rif..
    nanti klo udah beres main2 kesini yah

  3. Harry Says:

    Masa sih itu put??

    Kayak ga beneran aja :(

Leave a Reply